#NGUBERBAPAK #JOKOWIKEBALAPULANG
Bapak ke Balapulang!!
Bapak ke Balapulang!!
Ingin menyimpan memory betapa excitednya saya, betapa
serunya situasi saat itu, betapa berkesannya pengalaman ini.
Mau tahu? Lanjut baca yuk hii…
Malam Minggu tanggal 13 Januari 2018 kemarin, saya membaca
status adik saya bahwa dia ingin sekali melihat Bapak di Slawi, langsung saja
saya reply menanyakan kapan Bapak ke Slawi?
Dia jawab bahwa hari Senin tanggal 15 Januari, Bapak Jokowi
akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal tepat nya ke desa Dukuhsalam
untuk membagikan 5.500 sertifikat hak atas tanah.
Saat itu saya cuma merasa sedih dan kecewa, kenapa disaat
saya tidak pulang ke Tegal, bapak malah datang ke Tegal? Belum ada keinginan
untuk pulang karena hari Minggu saya harus beberes rumah yang baru direhab.
Sampai akhirnya hari Minggu saat saya sedang nge-cat pintu,
adik ipar saya bilang bahwa Bapak akan mengunjungi Balapulang juga, kurang tahu
agendanya apa.
Langsunglah saya galau segalau-galaunya. Akhirnya saya
putuskan untuk langsung pulang dan ngebut beli tiket kereta ke stasiun.
Dapat tiket kereta Matarmaja jam 17.48.
Ada drama sebelum naik kereta, yaitu saya hampiiirr saja
ketinggalan kereta, sampai lari-lari ngejar kereta. Hmm….
Sampai Tegal naik Gojek hujan derassss, ampun dah! Nunggu
bus ke Balapulang malam-malam sepi sendirian di halte disertai hujan deras
petir menggelegar. Lebay! Hahahaa… pokoknya perjuangan deh hii..
Senin pagi saya mulai menyusun rencana mau gimana caraku
#nguberBapak? Apakah aku akan ke Slawi? Ke Dukuhsalam? Atau menunggu di
Balapulang saja?
Akhirnya saya putuskan akan menunggu Bapak di Balapulang.
Saya survey lokasi tempat menerima Bapak yaitu di Jl.
Merpati Balapulang, disitu sudah banyak TNI dan Polisi yang melakukan persiapan.
Banner-banner untuk menyambut Bapak juga sudah siap.
Mantaplah keyakinanku bahwa Bapak akan benar-benar mengunjungi desaku tercinta.
Jam 2 siang warga sudah mulai keluar dari rumah, menunggu di
pinggir jalan raya.
Saya sudah tidak sabar juga, dengan mengenakan blouse batik,
celana hitam formal, kerudung navy, saya siap bertemu Bapak. Langsung saja saya
menuju lokasi sendirian.
Kebetulan di Jl. Merpati ada rumah teman saya jadi saya menunggu
di teras rumah teman saya itu.
Semakin lama semakin banyak warga yang berdatangan,
lagu-lagu perjuangan mengalun, siswa-siswi SD dan SMP mulai menuju ke pinggir jalan, rombongan siswa berpakaian adat
mulai siap pula.
Saya mulai gelisah, akhirnya adik saya pulang sekolah dan
langsung menemui saya, kami berdua memutuskan untuk pindah lokasi menunggu.
Kami jalan kaki memutar karena Jl. Merpati sudah tidak bisa dilewati saking
banyaknya warga berkerumun.
Kami pindah menunggu di pinggir jalan depan Pear Bakery,
tapi lama-lama kami berpikir bahwa tempat itu bukanlah spot terbaik untuk
bertemu Bapak, akhirnya kami menyeberang dan menunggu di depan Indomaret haha…
Kami sekeluarga pisah-pisah tempat menunggu, saya dan adik
bungsu saya, ibu saya di seberang saya, bapak di lokasi steril (enak bangeett),
adik laki-laki saya bebas merdeka melenggang kemana-mana karena dia bertugas
sebagai fotografer blog (hahaha…) dan adik ipar saya menunggu di depan rumah
saja karena sedang hamidun.
Situasi saat itu ruameeee sekaliii! Melebihi acara karnaval
17-an, warga berdesak-desakan mengakibatkan TNI dan Polisi berkali-kali
menyuruh kami untuk mundur.
Damai Pak, damai… hii…
Jam 5 sore Bapak belum juga datang, ternyata beliau meninjau
proyek irigasi di desa Dukuh Lo.
Saya mulai cemas gimana dengan tiket kereta saya yang jam 8
malam? Huhu…
Jam 6 sore belum juga muncul, hari sudah mulai gelap.
Daaannn akhirnya jalan raya ditutup, polisi dan TNI mulai
membuat pagar betis dengan tangan mereka pertanda Bapak akan segera datang.
Tepat jam 18.15 rombongan Bapak tiba di Balapulang, diawali
dengan 5 motor patroli, langsung disusul dengan mobil berbendera merah putih
dan plat bertuliskan INDONESIA (saya merinding saat menulis ini), saya dan
warga lain mulai berteriak-teriak histeris.
Daannn saat pintu sebelah kiri dibuka (tepat di depan saya)
keluarlah sosok tinggi berkemeja putih dan saya teriak sejadi-jadinya. “Bapak…
Bapak…!”
Histeris banget saat itu sumpah! Bapak Jokowi ada di depan
mata saya!! Ya Allah…
Beliau langsung menyeberang menuju Jl. Merpati, kami kecewa
karena warga yang di seberang kami diajak salaman oleh beliau. Haaahhh….
Beberapa orang menerobos pagar betis tapi situasi bisa diredam dengan cepat
oleh aparat.
Bapak dan rombongan melakukan sholat Maghrib di musholla Al
Hidayah, itu adalah musholla warga yang sangat sederhana, duuh Bapak bikin saya
patah hati. Hikss…
Setelah selesai sholat, Bapak berdialog dengan lurah
Balapulang Kulon yaitu Bapak Atjep Fidias, pak Lurah menunjukkan foto-foto dan
menjelaskan penyerapan dana desa.
Saat itu Bapak didampingi oleh Pak Ganjar Pranowo, Pak Teten
Masduki, Pak Johan Budi, dan Pak Basuki Hadimuljono.
Selesai berdialog, bapak meladeni permintaan berfoto dengan
warga yang menggila, bersalaman dengan para warga termasuk bapak saya (bapak
saya mah menang banyak secara beliau berada di lokasi steril)
Saya yang berada di seberang jalan Merpati mulai
berteriak-teriak memanggil Bapak, Bapak pun menyeberang dan menyalami warga di
kerumunan sebelah kiri saya, saya yakin saat itu saya bisa bersalaman dengan
Bapak, yakin banget dan akhirnya doa saya terkabul, Bapak sudah akan berbelok
tapi saya teriak-teriak terus daaann Bapak melihat ke arah saya, tersenyum dan
mengulurkan tangannya. Horeeeeeeeeee!!!!!!!!
Saya salaman dengan Bapak!!!!!
Tangan Bapak halus, empuk, hihi… Bapak ternyata tidak kurus
loh, tinggi, bagus dan keren lah perawakannya. Ya Allah… Kharismanya luar
biasa, kerut-kerut wajah belau terlihat jelas banget, itu tandanya saya berada
dekat sekali dengan Bapak. Hikss… saya hampir menangis.
Dan disaat beliau mulai membagikan kaos dan buku, situasi
sudah mulai tidak terkendali, saya pun mundur dan memilih untuk mengalah
Masyarakat Balapulang sangatlah antusias menyambut
kedatangan presiden mereka, bahkan tidak
sedikit yang histeris.
Kami mencintaimu Pak… Peristiwa hari Senin ini adalah bukti
bahwa Bapak sangat dicintai oleh rakyatnya.
Setelah sampai dirumah ternyata ibu mendapat buku dan bapak
saya mendapat kaos hitam bertuliskan Jokowi di bagian dada.
Sungguh pengalaman yang tidak akan saya lupakan, saya
senang-sesenang senangnya!
Gusti Allah memberiku kejutan-kejutan luar biasa di awal
tahun 2018 ini. Alhamdulillah ya Allah…
Kami sekeluarga berdiskusi heboh sampai jam 9 malam. Dan
tiket kereta saya pun hangus haha…
Tak apalah.. Demi Bapak saya rela hehe…
Tidak sia-sia pengorbanan saya, sampai saat ini pun masih
terasa mimpi bahwa Bapak Jokowi kemarin berada di Balapulang, orang yang sangat
saya kagumi datang berkunjung ke desa kelahiran saya.
Saya yakin tulisan ini akan menimbulkan berbagai macam
opini. Apalah itu saya tidak peduli.
Come on… Ini tulisan hiburan, anggap saja yang saya temui
ini artis Korea idola saya, anggap saja itu Yoo Ah In, kalau seperti itu kan
tidak ada masalah, iya kan?
Yang komentar macem-macem tidak akan saya ladeni yah, saya
hanya ingin berbagi. Toh postingan-postingan saya yang lain juga kebanyakan
tentang cerita keseharian saya.
Sehat selalu Pak, amanah selalu, selalu dalam lindungan
Allah SWT, selalu bekerja untuk negeri kita, we love you Pak!

No comments:
Post a Comment